Rabu, 21 Oktober 2026

 

Dua Siswa SD Negeri Ngambon I Torehkan Prestasi Gemilang di Ajang Pencak Silat Tingkat Nasional Tahun 2026

Kakak Beradik Asti Fadzkia Wafa dan Muhammad Syafiq Ksatria El Mufa, Inspirasi Generasi Muda Berprestasi dari Ngambon, Bojonegoro

NGAMBON, BOJONEGORO – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh peserta didik SD Negeri Ngambon I, Kabupaten Bojonegoro. Dua siswa berprestasi yang merupakan kakak beradik, Asti Fadzkia Wafa (Siswa Kelas VI) dan Muhammad Syafiq Ksatria El Mufa (Siswa Kelas I), berhasil meraih Juara I dalam ajang lomba pencak silat tingkat nasional tahun 2026. Keberhasilan keduanya menjadi kebanggaan bagi keluarga, sekolah, serta masyarakat Desa Ngambon, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro.

Asti Fadzkia Wafa berhasil meraih Juara I Tanding Kelas C Putri Tingkat Usia Dini 2, sedangkan sang adik, Muhammad Syafiq Ksatria El Mufa, sukses meraih Juara I Tanding Kelas A Putra Tingkat Usia Dini A. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa usia dini bukanlah penghalang untuk meraih pencapaian luar biasa, selama disertai semangat berlatih, kedisiplinan, keberanian, dan dukungan dari keluarga serta lingkungan pendidikan.

Menerima Penghargaan dari Bupati Bojonegoro


Atas prestasi gemilang yang diraih, kedua siswa tersebut memperoleh penghargaan dari Bupati Bojonegoro, H. Setyo Wahono, dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro ke-349. Penyerahan penghargaan dilaksanakan di Alun-Alun Bojonegoro pada 20 Oktober 2026.

Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kepada generasi muda yang telah mengharumkan nama daerah melalui prestasi di bidang olahraga, khususnya pencak silat. Keberhasilan Asti dan Syafiq menjadi salah satu bukti bahwa potensi anak-anak Bojonegoro dapat berkembang dan bersaing di tingkat nasional apabila mendapatkan pembinaan yang tepat dan berkelanjutan.Momen penerimaan penghargaan ini menjadi pengalaman berharga bagi kedua siswa. Tidak hanya sebagai bentuk pengakuan atas perjuangan dan prestasi mereka, tetapi juga sebagai motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan, menjaga semangat berkompetisi secara sportif, dan meraih prestasi yang lebih tinggi pada masa mendatang.

Dukungan Keluarga Menjadi Kekuatan Meraih Prestasi

Asti Fadzkia Wafa dan Muhammad Syafiq Ksatria El Mufa merupakan putra-putri Bapak Agus Susanto, warga Desa Ngambon, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro. Keberhasilan dua bersaudara ini menunjukkan pentingnya peran keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak, menanamkan kedisiplinan, serta memberikan dukungan terhadap minat dan bakat yang dimiliki.

Meraih gelar juara pertama dalam kompetisi tingkat nasional tentu membutuhkan proses yang tidak singkat. Latihan yang teratur, ketekunan, kesiapan mental, keberanian menghadapi lawan, serta kemampuan mengendalikan diri menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang atlet. Nilai-nilai tersebut juga sejalan dengan tujuan pendidikan karakter yang dikembangkan di sekolah.

Pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri, melainkan juga sarana pembentukan karakter. Melalui pencak silat, peserta didik belajar tentang disiplin, tanggung jawab, penghormatan kepada orang lain, pengendalian emosi, sportivitas, dan pantang menyerah. Nilai-nilai inilah yang menjadi bekal penting bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan berkarakter.

Menjadi Inspirasi bagi Warga SD Negeri Ngambon I

Prestasi Asti dan Syafiq memberikan kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SD Negeri Ngambon I. Keberhasilan keduanya menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik bahwa setiap anak memiliki potensi dan keunggulan masing-masing yang dapat dikembangkan melalui kerja keras, ketekunan, serta dukungan dari orang-orang di sekitarnya.

Sekolah memiliki peran strategis dalam mendukung perkembangan potensi peserta didik, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Prestasi di bidang olahraga seperti yang diraih Asti dan Syafiq menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian pembelajaran di kelas, tetapi juga pada pengembangan bakat, minat, kepercayaan diri, dan karakter peserta didik secara menyeluruh.

Semangat yang ditunjukkan kedua siswa ini diharapkan dapat memotivasi teman-teman mereka untuk terus belajar, berlatih, dan berani mengikuti berbagai kompetisi sesuai dengan potensi masing-masing. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya generasi yang berprestasi, mandiri, disiplin, dan memiliki daya juang tinggi.

Kebanggaan bagi Sekolah dan Kabupaten Bojonegoro

Keberhasilan Asti Fadzkia Wafa dan Muhammad Syafiq Ksatria El Mufa meraih Juara I pada ajang pencak silat tingkat nasional tahun 2026 merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Prestasi tersebut tidak hanya mengharumkan nama keluarga dan SD Negeri Ngambon I, tetapi juga membawa kebanggaan bagi masyarakat Kecamatan Ngambon dan Kabupaten Bojonegoro.

Penghargaan dari Bupati Bojonegoro menjadi penyemangat bagi keduanya untuk terus berprestasi sekaligus menjadi dorongan bagi generasi muda lainnya agar berani bermimpi dan berusaha mewujudkan cita-cita.

Selamat kepada Asti Fadzkia Wafa dan Muhammad Syafiq Ksatria El Mufa atas prestasi yang membanggakan!

Semoga keberhasilan ini menjadi langkah awal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi, terus menjunjung sportivitas, menjaga kerendahan hati, serta menginspirasi anak-anak Indonesia untuk mengembangkan potensi terbaiknya.

SD Negeri Ngambon I bangga! Anak-anak hebat, prestasi luar biasa, dan masa depan gemilang untuk Bojonegoro! 




Selasa, 20 Oktober 2026

SD NEGERI NGAMBON I MENATA DIRI MENJADI SEKOLAH ADIWIYATA

Sekolah Adiwiyata SD adalah program pendidikan lingkungan hidup di Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk membentuk sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.

SD Negeri Ngambon I juga ikut berbenah diri untuk menjadi sekolah adiwiyata. Tanggal 15 Oktober tahun 2026, sekolah kami kedatangan Tin verifikasi dan validasi lapangan yang terdiri dari Dinas Pendidikan Bojonegoro dan Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro.


Pesan dan kesan yang disampaikan oleh Tim Vervalap Adiwiyata Tingkat Kab. Bojonegoro diantaranya adalah:

  1. Perlunya pembentukan Polisi Lingkungan yang bertugas mengontrol dan mengingatkan temannya.
  2. Pengolahan sampah organik untuk kompos dapat dilakukan di biopori besar yang sudah disiapkan. Hal ini bertujuan agar nutrisi dapat diserap oleh tanaman sekitar penghasil sampah organik.
  3. Pot jangan diletakkan di dalam taman karena kurang berfungsi. Tanaman dalam taman langsung ditanam tanpa pot bungan. Hal ini sesuai arahan Tim Provinsi Jatim.
Beberapa pesan dan kesan dari Bapak Pengawas "Sutriso, M.Pd." sebagai berikut:

  1. Adiwiyata merupakan kegiatan memperlakukan lingkungan dengan baik, dalam bahasa agama disebut "Ukhuwah Kholqiyah".
  2. Agar perlakuan terhadap lingkungan dengan baik menjadi kebiasaan, dapat dilakukan dengan saat ada pelanggaran tentang perlakuan lingkungan misalnya "buang sampah sembarangan", jadikan peristiwa tersebut menjadi peristiwa besar dan penting untuk menjadi perhatian bersama.
  3. Tiap jam bunyikan suara peringatan buah sampah pada tempatnya.

Prinsip Dasar
  • Edukatif: Mengintegrasikan nilai-nilai perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup ke dalam proses pembelajaran.
  • Partisipatif: Melibatkan seluruh warga sekolah (kepala sekolah, guru, siswa, hingga staf) dalam setiap kegiatan.
  • Berkelanjutan: Dilakukan secara terus-menerus dan terencana.

6 Aspek Perilaku Ramah Lingkungan
  • Menjaga kebersihan, fungsi sanitasi, dan drainase sekolah.
  • Mengelola sampah melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta pembuatan kompos.
  • Menanam dan merawat pohon atau tanaman (termasuk taman toga dan hutan sekolah).
  • Menghemat penggunaan air.
  • Melestarikan dan menghemat energi (listrik).
  • Menciptakan inovasi penerapan perilaku ramah lingkungan hidup.
Tingkatan Penghargaan Adiwiyata
  • Adiwiyata Kabupaten/Kota
  • Adiwiyata Provinsi
  • Adiwiyata Nasional
  • Adiwiyata Mandir

Sabtu, 17 Oktober 2026

PENGIMBASAN KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL SERTA ROBOTIK DASAR KEPADA GURU KELAS 5 DAN 6 KECAMATAN NGAMBON

Kegiatan PENGIMBASAN KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL SERTA ROBOTIK DASAR dilaksanan pada tanggal 17 Oktober 2026 dengan perserta 44 guru dan kepala sekolah, bertempat di gedung pertemuan SD Negeri Ngambon I 

Sasaran kegiatan adalah guru kelas 5 dan 6 berserta kepala sekolah di sekolah dasar wilayah Kecamatan Ngambon, Kegiatan dibuka oleh ketua K3S Kecamatan Ngambon Dr. Tuwuh Handayani, M.Pd. 

Nara sumber dalam kegiatan ini adalah Bu Natali dan Pak Pariyono. Keduanya berasal dari lembaga di Kecamatan Ngambon.

Kegiatan berjalan lancar dan menarik, terlihat dari antusias para perserta menjawab dan bertanya kepada nara sumber.

Koding (Pemrograman): Proses menulis instruksi terstruktur menggunakan bahasa atau simbol tertentu agar komputer dapat menyelesaikan masalah secara otomatis. 

Kecerdasan Artifisial (KA): Teknologi yang meniru cara berpikir dan belajar manusia menggunakan data, machine learning, serta pengenalan pola. 

Tujuan Utama: Bukan sekadar mencetak programmer, tetapi melatih cara berpikir kritis, logis, sistematis, serta beretika dalam memanfaatkan teknologi.

Robotik: terkait tiga hal, yaitu mekanik, elektro, dan sistem progran.

Harapan, semoga kegiatan ini dapat menjadi pemantik majunya pendidikan di wilayah Kecamatan Ngambon

Kamis, 02 Juli 2026

Kepala SD Negeri Ngambon I Raih Gelar Doktor UNESA dengan Predikat Cumlaude dan IPK 4,00

Ujian Promosi Doktor Terbuka Ibu Dr. Tuwuh Handayani
Ujian Promosi Doktor Terbuka Ibu Dr. Tuwuh Handayani

Ngambon, Bojonegoro – Kabar membanggakan datang dari keluarga besar SD Negeri Ngambon I. Kepala SD Negeri Ngambon I, Dr. Tuwuh Handayani, M.Pd., resmi meraih gelar Doktor (S-3) Manajemen Pendidikan dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Promosi Doktor Terbuka pada Senin, 29 Juni 2026, pukul 11.00–13.00 WIB.

Dalam ujian tersebut, Dr. Tuwuh Handayani yang tercatat sebagai mahasiswa Program Studi S-3 Manajemen Pendidikan dengan NIM 23010976014 berhasil lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00 dan memperoleh predikat Cumlaude, sebuah capaian akademik tertinggi yang mencerminkan dedikasi, ketekunan, dan kualitas keilmuan yang luar biasa.

Senin, 08 Desember 2025

ASESMEN SUMATIF AKHIR SEMESTER (ASAS) SD NEGERI NGAMBON I PADA SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2025/ 2026

Penilaian/ asesmen sumatif sendiri adalah aktivitas penilaian yang menghasilkan nilai atau angka yang kemudian digunakan keputusan sebagai keputusan pada kinerja siswa. Kegiatan ini dilakukan jika satuan pengalaman belajar atau seluruh materi pelajaran telah selesai. Penilaian sumatif dighunakan untuk klasifikasi penghargaan pada akhir pembelajaran. Penilaian sumatif dirancang untuk merekam pencapaian keseluruhan siswa secara sistematis. 

Menjelang pelaksanaan asesmen sumatif akhir semester 1, masing-masing berusaha secara maksimal untuk memahami dan menguasai materi yang telah dipelajari selama satu semester. Mereka belajar dengan penuh semangat, setiap jam tersa sangat berharga untuk mempersiapkan diri menghadapi asesmen ini.

Asesmen Sumatif Akhir Semester 1 (ASAS 1) SD Negeri Ngambon I Kec. Ngambon, dilaksanakan/ terjadwal mulai tanggal 8 Desember sampai dengan 12 Desember 2025, sebagaimana jadwal berikut:

Kamis, 06 November 2025

GEMASBONSA (Gebyar Meriah Tengah Semester SD Negeri Ngambon I)

Kegiatan tengah semester (KTS) di SD adalah kegiatan yang diadakan di pertengahan semester untuk memberi siswa pengalaman baru dan menghilangkan kejenuhan. KTS bisa berupa Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) untuk mengevaluasi hasil belajar, atau kegiatan jeda tengah semester yang bersifat rekreatif seperti wisata, lomba-lomba (akademik dan non-akademik), bakti sosial, hingga kegiatan kreatif seperti melukis atau memasak. Tujuan utamanya adalah menyegarkan kembali semangat siswa serta meningkatkan kreativitas dan kekompakan mereka. 


Jenis-jenis kegiatan tengah semester

1. Penilaian (Asesmen)

Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS): Bentuk evaluasi untuk mengukur pencapaian siswa selama setengah semester pertama. 

2. Kegiatan Jeda/Rekreatif/Proyek

Wisata dan Rekreasi: Mengajak siswa belajar di luar kelas dan merasakan pengalaman langsung di tempat wisata atau lingkungan baru. 

3. Lomba-lomba: Meliputi lomba akademik (cerdas cermat, matematika) dan non-akademik (olahraga, seni, dll.). 

4. Kegiatan Kreatif: Misalnya, melukis, membuat makanan dan minuman, atau kegiatan kesenian lainnya. 

5. Bakti Sosial: Kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah atau membantu masyarakat sekitar. 

Proyek Berbasis Kurikulum Merdeka: Kegiatan ini seringkali terkait langsung dengan implementasi kurikulum, seperti mengenalkan materi (misalnya pupuk) secara langsung kepada siswa melalui praktik. 

Minggu, 14 September 2025

AKSI BORONG PIALA KEJUARAAN OLEH SD NEGERI NGAMBON I

17 Agustus 2025 adalah momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia karena menjadi peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-80 sejak proklamasi kemerdekaan tahun 1945. Setiap tahun, tanggal ini menjadi pengingat perjuangan para pahlawan serta kesempatan untuk merefleksikan perjalanan bangsa. Pada momen ini, masyarakat Indonesia dari Sabang hingga Merauke menyatukan langkah dalam merayakan kemerdekaan dengan penuh semangat kebangsaan. 

Kegiatan perayaan di berbagai daerah dirayakan dengan cara masing-masing dengan berbagai kegiatan yang beragam. Hampir di setiap daerah dalam merayakan kemerdekaan ini diisi dengan berbagai lomba, termasuk di wilayah kecamatan Ngambon Kab. Bojonegoro jawa Timur.

GLADI BERSIH ANBK SD NEGERI NGAMBON I TGL 8 s.d 9 SEPTEMBER 2025

Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) merupakan agenda evaluasi pendidikan yang rutin dilaksanakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Berikut jadwal ANBK 2025 untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Melansir laman ANBK Kemendikbud, Asesmen Nasional bertujuan menilai mutu pendidikan lewat tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar. AKM bertujuan untuk mengukur literasi membaca dan numerasi, survei karakter untuk menilai sikap dan kebiasaan murid, sedangkan survei lingkungan belajar yang menilai kualitas proses pembelajaran di sekolah.

Pelaksanaannya pun mencakup jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA, dengan jadwal yang telah ditentukan.

Kamis, 24 Juli 2025

KEGIATAN PERTEMUAN PAGI CERIA SD NEGERI NGAMBON I DALAM RANGKA HARI ANAK NASIONAL

Hari Anak Nasional 2025

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengajak seluruh satuan pendidikan pada jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA/SMK untuk menyelenggarakan kegiatan Pagi Ceria secara serentak.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada Rabu, 23 Juli 2025 pukul 07.00 WIB, 08.00 WITA, 09.00 WIT di satuan pendidikan masing-masing.

Rangkaian Acara Pertemuan Pagi Ceria

Kemendikdasmen telah menyusun rangkaian kegiatan sebagai berikut, berdasarkan surat edaran dari Kemendikdasmen.

Senin, 21 Juli 2025

SIMULASI ANBK SD NEGERI NGAMBON I TANGGAL 21 JULI 2025

Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Asesmen Nasional perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Asesmen ini dirancang untuk menghasilkan informasi akurat untuk memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar murid. Asesmen Nasional menghasilkan informasi untuk memantau (a) perkembangan mutu dari waktu ke waktu, dan (b) kesenjangan antar bagian di dalam sistem pendidikan (misalnya di satuan pendidikan: antara kelompok sosial ekonomi, di satuan wilayah antara sekolah negeri dan swasta, antar daerah, ataupun antar kelompok berdasarkan atribut tertentu). Asesmen Nasional bertujuan untuk menunjukkan apa yang seha rusnya menjadi tujuan utama sekolah, yakni pengembangan kompe tensi dan karakter murid. Asesmen Nasional juga memberi gambaran tentang karakteristik esensial sebuah sekolah yang efektif untuk mencapai tujuan utama tersebut. Hal ini diharapkan dapat mendorong sekolah dan Dinas Pendidikan untuk memfokuskan sumber daya pada perbaikan mutu pembelajaran.