Kamis, 24 Juli 2025

KEGIATAN PERTEMUAN PAGI CERIA SD NEGERI NGAMBON I DALAM RANGKA HARI ANAK NASIONAL

Hari Anak Nasional 2025

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengajak seluruh satuan pendidikan pada jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA/SMK untuk menyelenggarakan kegiatan Pagi Ceria secara serentak.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada Rabu, 23 Juli 2025 pukul 07.00 WIB, 08.00 WITA, 09.00 WIT di satuan pendidikan masing-masing.

Rangkaian Acara Pertemuan Pagi Ceria

Kemendikdasmen telah menyusun rangkaian kegiatan sebagai berikut, berdasarkan surat edaran dari Kemendikdasmen.

Senin, 21 Juli 2025

SIMULASI ANBK SD NEGERI NGAMBON I TANGGAL 21 JULI 2025

Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Asesmen Nasional perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Asesmen ini dirancang untuk menghasilkan informasi akurat untuk memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar murid. Asesmen Nasional menghasilkan informasi untuk memantau (a) perkembangan mutu dari waktu ke waktu, dan (b) kesenjangan antar bagian di dalam sistem pendidikan (misalnya di satuan pendidikan: antara kelompok sosial ekonomi, di satuan wilayah antara sekolah negeri dan swasta, antar daerah, ataupun antar kelompok berdasarkan atribut tertentu). Asesmen Nasional bertujuan untuk menunjukkan apa yang seha rusnya menjadi tujuan utama sekolah, yakni pengembangan kompe tensi dan karakter murid. Asesmen Nasional juga memberi gambaran tentang karakteristik esensial sebuah sekolah yang efektif untuk mencapai tujuan utama tersebut. Hal ini diharapkan dapat mendorong sekolah dan Dinas Pendidikan untuk memfokuskan sumber daya pada perbaikan mutu pembelajaran.

Selasa, 15 Juli 2025

MPLS SD Negeri Ngambon I

Kepala Desa Ngambon sebagai Pembina Upacara
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) adalah kegiatan pertama masuk sekolah untuk pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur sekolah. MPLS merupakan masa dimana anak-anak diperkenalkan pada lingkungan sekolah yang meliputi kepala sekolah, guru, penjaga, operator, sarana dan prasarana sekolah. kegiatan ini dilaksanakan setiap awal tahun. Sarasan kegiatan tidak hanya kelas 1 yang baru, tetapi juga kelas 2 sampai dengan kelas 6 yang baru, karena mereka juga memasuki lingkungan yang baru berupa kelas baru.

MPLS di SD Negeri Ngambon I Kec. Ngambon, Kab Bojonegoro tahun ini dilaksanakan mulai tanggal 14 Juli sampai dengan 18 Juli 2025, dengan sasaran peserta kelas 1 sampai dengan kelas 6 tahun pelajaran 2025/2026.

Kegiatan MPLS hari pertama dihadiri oleh Kepala Desa Ngambon, Ketua Komite, Orang Tua/ Wali Murid Kelas 1, Kepala Sekolah, Guru dan Penjaga SD Negeri Ngambon I. 



WORKSHOP IMPLEMENTASI DEEP LEARNING DAN PEMBELAJARAN CODING DASAR SD NEGERI NGAMBON I

Deep learning dalam pembelajaran di sekolah merujuk pada pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk memahami konsep secara mendalam, bukan hanya menghafal informasi. Pendekatan ini menekankan pada pemahaman yang bermakna, keterlibatan aktif siswa, dan pengembangan keterampilan berpikir kritis serta pemecahan masalah. 

Mengingat pentingnya pemahaman tentang deeplearning dalam pembelajaran dan pembelajaran coding dasar maka SD Negeri Ngambon I berinisiatif melaksanakan kegiatan worshop tentang hal tersebut di sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 8 Juli 2025 dan tanggal 9 Juli 2025, bertempat di ruang kelas 6 SD Negeri Ngambon I. 

Nara sumber dari kegiatan di atas ada dua, yaitu Tuwuh Handayani, M.Pd. untuk deeplearning dalam pembelajaran dan Pariyono, S.Pd. untuk pembelajaran coding dasar. Peserta diikuti oleh seluruh guru, penjaga, dan tenaga administrasi SD Negeri Ngambon I.

Konsep Deep Learning dalam Pendidikan:

Pemahaman Mendalam:

Deep learning mendorong siswa untuk memahami konsep-konsep dasar secara menyeluruh, bukan hanya menghafal rumus atau fakta. 

Keterlibatan Aktif:

Siswa didorong untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran, melalui diskusi, proyek kolaboratif, dan eksplorasi. 

Selasa, 08 Juli 2025

KOORDINASI OPS DAN GURU KELAS VI KECAMATAN NGAMBON TENTANG CETAK E-IJAZAH DAN PERMASALAHANNYA

E-ijazah atau ijazah elektronik adalah dokumen digital yang membuktikan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan, serupa dengan ijazah fisik. E-ijazah ini diterbitkan secararesmi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) sebagai bagian dari transformasi digital dalam dunia pendidikan, menggantikan ijazah fisik yang dicetak.

Proses e-ijazah di SD Negeri Ngambon I, sudah pada proses unduh ijazah dalam bentuk file pdf, tinggal proses cetak, tetapi karena ada lampiran transkrip nilai maka perlu penyesuaian antara ijazah dengan transkrip. proses ini OPS dan guru kelas VI menemukan beberapa hal yang perlu dikomunikasikan. Tentang kop, letak foto, font, tanggal, nomor transkrip, dan sebaginya.

Minggu, 06 Juli 2025

SOSIALISASI SUPERVISI PENGELOLAAN KINERJA GURU DAN KEPALA SEKOLAH

Sosialisasi supervisi pengelolaan kinerja guru dan kepala sekolah adalah kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan menyamakan persepsi terkait pentingnya pengelolaan kinerja guru dan kepala sekolah, termasuk tahapan dan variabel dalam proses tersebut, serta merancang tindak lanjutnya. Sosialisasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme guru dan kepala sekolah, serta mendorong transformasi pendidikan melalui pemanfaatan platform seperti Merdeka Mengajar. 

Tujuan Sosialisasi:

Menyamakan Persepsi:

Memastikan semua pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya pengelolaan kinerja. 

Meningkatkan Keterlibatan:

Memperjelas peran dan tanggung jawab semua pihak terkait dalam pengelolaan kinerja. 

Memberikan Informasi:

Menyampaikan batasan garis besar, tahapan, dan variabel dalam proses pengelolaan kinerja. 

Merancang Tindak Lanjut:

Menyusun rencana aksi konkret untuk implementasi pengelolaan kinerja di satuan pendidikan. 

Transformasi Pendidikan:

Mendorong transformasi pendidikan melalui pemanfaatan teknologi dan peningkatan kualitas pembelajaran. 

Meningkatkan Profesionalisme:

Meningkatkan kompetensi guru dan kepala sekolah dalam mengelola kinerja mereka.